Jakarta – Madura United sempat mengklaim ada ketidakwajaran saat menjamu Bhayangkara FC akhir pekan lalu. PSSI menengahi dengan mengajak dua klub tersebut duduk bersama.

Madura United dikalahkan Bhayangkara 1-3 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Rabu (8/11/2017). Dengan hasil itu, Bhayangkara berhasil mengunci gelar juara Liga 1.

Usai pertandingan, manajer Madura Uniited, Haruna Soemitro, mengklaim jika muncul ketidakwajaran sejak menjelang laga itu. Dia menilai timnya terintimidasi dengan jumlah keamanan yang disediakan.

[Baca Juga: Madura United Klaim Ada ketidakwajaran saat Menjamu Bhayangkara FC]

Klaim itu direspons PSSI dengan mengajak perwakilan kedua klub untuk duduk satu meja di Kantor PSSI, Senin (13/11/2017). Selain Haruna, pertemuan itu dihadiri manajer Bhayangkara FC Sumardji, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Haruna dan Sumardji bersepakat untuk berdamai dan melupakan persoalan tersebut.

“PSSI punya inisiatif memanggil wakil Madura dan Bhayangkara, intinya sederhana, dengan berakhirnya kompetisi, mereka sudah menjawab semua yang sempat menjadi trending. Karenanya, PSSI menghargai pada beliau-beliau dan alhamdulillah semua berjalan baik,” kata Joko, usai pertemuan.

Haruna mengapresiasi respons PSSI. Dia sekaligus menegaskan sudah tak mempermasalahkan ketidakwajaran tersebut.

[Baca Juga: Madura United Tak Mau Perpanjang Masalah dengan Bhayangkara FC]

“Saya secara pribadi sudah memberikan klarifikasi dan itulah dinamika kompetisi dengan tensi tekanan yang lebih kuat, kompetisi tahun ini dengan tekanan dan atmosfir yang luar biasa, sehingga melahirkan dinamika yang secara pribadi sulit dikontrol. Sampai minggu ke-33 siapa yang menjadi juara, persaingan begitu ketatnya hingga melahirkan dinamika, dan ekspresinya seperti yang sudah saya sampaikan,” kata dia.

“Tetapi, kompetisi sudah selesai dan selama pada Bhayangkara FC yang telah menjuarai kompetisi yang super ketat. Dalam dinamika ada hal yang menyinggung dan membuat situasi yang lebih panas, itu di luar rencana klub. Sampai kemudian ada ketersinggungan Bhayangkara FC, saya meminta maaf. Kita tatap kompetisi ke depan,” ujar Haruna lagi.

“Mungkin Madura United menjadi tim yang tidak puas karena terlempar dari target tiga besar. Ke depannya kami akan memperbaiki diri lebih baik lagi,” Haruna menjelaskan.

“Apa yang sudah terjadi, dinamika kompetisi di liga 1 luar biasa dan sudah berlalu. Bhayangkara FC sudah menjadi juara Liga 1 tentu berkaitan dengan itu saya mohon maaf, kami terima semua, kami anggap sebagai dinamika kompetisi. Yang lalu biar berlalu, kami tatap liga musim depan,” Sumardji menimpali.

(mcy/fem)


NO COMMENTS